5 Bahaya Konsumsi Daging Sapi dan Kambing Terlalu Banyak

PalingMales.com - Baik daging sapi atau daging kambing merupakan sumber protein hewani alami. Bermacam olahan berbahan dasar daging tersebut hadir di tengah - tengah khasanah kuliner di Indonesia. Seperti Tongseng, sate, serundeng, rendang, sop buntut dan banyak menu olahan lainnya. Khususnya di momen seperti Hari Raya Idul Adha, pastinya konsumsi daging sapi atau kambing ini pastinya akan mengalami peningkatan.

Tidak salah memang mengkonsumsi berbagai macam daging tersebut, namun yang harus diperhatikan disini ialah mengenai jumlah frekuensi makannya. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang normal dan pengolahan yang tepat maka kandungan gizi seperti protein, zat besi, seng, vitamin B12, serta berbagai nutrisi lain baik untuk proses pertumbuhan tulang dan sumber energi tubuh. Namun sebaliknya bila dikonsumsi tanpa kontrol dan berlebihan maka akan mendatangkan beberapa penyakit seperti berikut ini :

5 Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Daging Sapi dan Kambing
1. Memicu Penyakit Jantung
Kolesterol dalam tubuh atau saluran darah tentunya akan meningkat seiring dengan konsumsi daging yang anda makan. Lemak - lemak tak jenuh inilah yang nantinya berpotensi menghambat kerja saluran darah menuju ke jantung. Sehingga menyebabkan resiko terkena penyakit jantung ini menjadi lebih besar.
2. Menyebabkan Obesitas / Kegemukan
Setiap daging merah pasti mengandung lemak. Lemak yang terkandung dalam daging kambing yaitu sekitar 9,2 per 100 gram. Sementara pada daging sapi yaitu sekitar 14 per 100 gram. Hal ini meyebabkan penimbunan lemak khususnya dibagian perut bila di konsumsi dalam jumlah yang berlebih. Hal ini yang nantinya menyebabkan kegemukan ditandai dengan naiknya berat badan anda.
3. Memicu Sakit Kepala & Hipertensi
Pada daging merah sapi atau kambing mengandung zat tyramin serta zat besinya.  Tubuh manusia membutuhkan zat besi sebagai sumber untuk memproduksi protein hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke darah. Tapi kelebihan zat besi bisa jadi racun yang memicu pusing dan sakit kepala.

Hipertensi atau tekanan darah darah tinggi juga akan terpicu akibat konsumsi daging sapi atau kambing ini. Jika Anda menderita hipertensi, maka konsumsi daging memang benar-benar harus diperhatikan yaitu tidak boleh lebih dari 50 gram per satu kali makan. Selain itu, ada baiknya perhatikan tensi atau tekanan darah ketika hendak mengkonsumsi daging dalam jumlah banyak.
4. Memicu Terjadinya Sembelit
Sembelit atau susah buang air besar bisa terjadi akibat kurangnya kandungan serat yang kita makan. Daging tentunya membutuhkan tenaga ekstra di dalam organ pencernaan agar bisa dicerna, ditambah dengan kurangnya kandungan serat dalam daging menyebabkan resiko terjadinya sembelit menjadi lebih besar. Apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.
5. Memicu Diabetes
Daging merah mengandung banyak lemak dan hormon yang bisa memicu terjadinya penyakit diabetes. Sebuah studi yang dilansir dalam American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa, makan 100 gram daging merah setiap hari bisa meningkatkan risiko diabetes 19%. Sedangkan makan 50 gram daging merah olahan (sosis, bakso, daging asap) setiap hari bisa meningkatkan risiko diabetes 51%.

Itulah beberapa dampak terlalu banyak menkonsumsi daging merah baik daging sapi dan daging kambing. Solusinya ialah jika tetap ingin menyantap berbagai olahan daging tersebut imbangi juga dengan aktivitas olahraga, makan sayur dan buah, mengatur pola makan dan beberapa kegiatan yang mendukung pola hidup sehat lainnya. Juga perhatikan proses pengolahannya, jangan sampai bakteri atau bahkan cacing ikut di dalam proses pengolahan daging tersebut. Sekian dan semoga bermanfaat.

Artikel Terkait ' '

Previous
Next Post »